Virus oh.. virus

Tadi pagi saya menyaksikan tayangan e-lifestyle MetroTV yang mengetengahkan Top 10 Virus Komputer. Acara yang dipandu host kalau nggak salah namanya Ferly Junandar ini menghadirkan narasumber Anton Reinhard Pardede (ARP), Editor in Chief Majalah PCMedia sekaligus pengembang PCMAV (PCMedia Antivirus). Penampilannya yang rada cool (khas tampang orang yang senang memelototi listing program di depan layar komputer) mengingatkan kembali pro kontra tentang dirinya yang sebagian mengidolakan dan sebagian memaki maki atas perilakunya di kalangan komunitas underground. Pertanyaan-pertanyaan ringan yang diajukan host tidak ada satupun yang berusaha mengungkit kembali latar belakang dirinya yang dikenal dengan nama Phardera di kalangan komunitas Kecoak Elektronik. Yang menarik, sang narasumber banyak mengatakan kalimat ”sangat sulit” ketika host mengajukan pertanyaan-pertanyaan seputar virus komputer ini. Hingga sesi pertanyaan lewat telepon, seorang penanya mengatakan ternyata virus komputer ini lebih maju beberapa langkah dari anti virusnya yang diamini ARP dengan mengatakan memang lebih mudah membuat virus daripada membuat anti virusnya. Selanjutnya penanya mengatakan apakah dunia opensource memang aman dari serangan virus atau karena pembuat virus tidak tertarik membuat virus untuk opensource. Menurut ARP, pada dasarnya semua OS tidak aman dari serangan virus. Pernyataan ini memang tidak salah tapi kenyataannya virus komputer lebih banyak menyerang salah satu OS terkenal (apalagi kalau bukan OS-nya anak beru kita Kila Bill). Sampai saat ini saya cukup senang memakai openSUSE walaupun masih menyandingkannya dengan WinXP. Satu-satunya alasan saya memakai WinXP karena software Photoscape (Aplikasi Pengolah Photo Instan) yang belum saya temukan penggantinya di dunia opensource (dengan menggunakan emulator juga tidak maksimal). Btw, kembali ke si virus, apabila si Ongat nancapin flashdisk konsumen yang bermaksud mencetak photo pada komputer WinXP, saya sarankan harus ekstra hati-hati (tekan Shift) terhadap serangan autorun virus, makanya saya lebih nyaman dia nancapinnya melalui komputer openSUSE (karena virusnya nggak ngepek) lalu menggunakan fasilitas Samba untuk memindahkan file ke komputer WinXP untuk selanjutnya diolah dengan Photoscape. Kembali ke si ARP, saya tidak begitu paham bagaimana beliau ini membuat PCMAV tetapi khabarnya beliau menggunakan libclamav dari anti virus ClamAV. Anti Virus yang menggunakan lisensi GPL (GNU Public License). Ah .. urusanna mai !!! seng penting PCMAV top markotop, good mar so good.