Windows vs Linux
Windows atau Linux…
Aku dan istriku hampir tidak ngomongan ketika aku dengan sepihak memutuskan untuk migrasi sistem operasi warnet kami (sebetulnya belum layak sih dikatakan warnet) yang mempunyai sistem operasi Win XP (yang pastinya bajakan) menjadi Linux. Server dan client (4 client) sama-sama menggunakan sistem operasi Win XP, sekat antar client juga masih seadanya, pemakainya juga masih serombongan (maklum anak ecempe dan cema-cema). Rumah kontrakan kami yang sekaligus dijadikan tempat usaha mulai dari cetak foto digital, rental komputer dan turunannya beserta warnet yang masih jauh dari standar warnet sebenarnya, cukup menolong sebagai tambahan penghasilan sampingan selain dari gajiku PNS golongan III-a yang cukup pas-pasan. Bermula dari rasa khawatir adanya sweeping OS bajakan dan keingintahuanku akan sistem operasi alternatif membuatku googling siang malam, begadang sampai subuh, badan masuk angin dan terkadang sampai kebawa mimpi. Aku coba distro Zenwalk dan turunannya Zencafe yang kata para pakarnya cukup ringan untuk dipakai oleh compie spek rendah. Sebelumnya aku menggunakan software BeTwin (yang juga tentu bajakan) sehingga dengan satu CPU bisa dipakai oleh dua user. Berangkat dari software BeTwin aku ingin mengaplikasikan konsep tersebut pada Linux. Googling lagi, ternyata ada yang namanya multiseat. Dengan bermodalkan google dan semangat menganjinghitam aku coba mengoprek sistem ini, memang bisa namun kurang stabil dan sering hang (mungkin karena compiku yang memang kelas jangkrik). Aku coba dengan LTSP, kali ini distro yang menjadi kelinci percobaan Ubuntu tepatnya Edubuntu. Bisa juga (2 client dapat mengakses server secara bersamaan) tapi cuma bertahan sebentar, saat boot pertama client dapat mengakses DHCP Server, setelah shutdown lalu start lagi client bergeming (DHCP Server not found). Googling lagi dan sampai tulisan ini diturunkan masih belum ketemu solusinya. Terakhir aku coba openSUSE KIWI-LTSP sekarang masih tahap instalasi server dan baru mencicipinya. Karena pelanggan warnet kami yang notabene anak sekolahan masih sibuk mencari artikel untuk tugas sekolahnya, aku masih mengurungkan niatku untuk migrasi. Kasihan anak sekolah dan kami (penghasilan berkurang) jika ngoprek pada saat jam-jam sibuk. Mudah-mudahan belum ada yang sweeping. Rencanaku liburan panjang ini mau ngoprek lagi. Go Open Source !!!
Yeahh Open Source donkk…
Cobain nya jangan langsung semua.. coba di satu unit PC dulu.. Ntar kalo udah oke.. baru diterapkan ke PC lain..
Btw spek PC nya yang lengkap apa?? Kalau untuk spek rendah, Desktop Manager XFCE tuh bagus dipake untuk PC spek rendah..
Kalau mau cobain LinuxMint.. http://www.linuxmint.com
Ada beberapa versi..
Saya udah pernah bikin multiseat dan berhasil, saya pake Ubuntu desktop, Nvidia PCIE, ga pernah ngehang, Great performance deh.